Belajar Saham Untuk Pemula

Posted on
Rate this post

Belajar Saham Untuk Pemula – Banyak orang yang merasa asing dengan investasi saham. Padahal di era keterbukaan informasi seperti kini ini, belajar saham dari nol dapat dilakukan bermodal internet guna pemula sekalipun. Mempelajari jual beli saham secara tepat dapat memberikan deviden maksimal untuk pelaku investasi atau nabung saham.

Sampai detik ini investasi saham adalah salah satu teknik paling cepat untuk menambah kekayaan. Instrumen investasi ini termasuk aman asalkan kita telah tahu teknik trading saham harian beserta dengan resiko yang bakal dihadapi. Namun sebelum mengawali investasi atau nabung saham, terdapat baiknya anda belajar saham terlebih dahulu baik secara online maupun lewat buku.

SAHAM ADALAH

Belajar Saham Untuk Pemula

Berdasarkan keterangan dari Bursa Efek Indonesia (BEI), saham ialah tanda penyertaan modal dalam sebuah perusahaan atau perseroan terbatas. Orang yang menanamkan modal di suatu perusahaan dinamakan pemegang saham dan mempunyai klaim atas penghasilan perusahaan, aset perusahaan, dan berhak mengekor Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Dari urusan di atas, saham adalahbukti kepemilikan seseorang atas suatu perusahaan/badan usaha. Kalau punya saham, anda menjadi unsur dari empunya sebuah perusahaan. Itu sebabnya saham termasuk surat berharga sebab menjadi bukti sah kepemilikan seseorang atas suatu perusahaan. Semakin besar saham yang dimiliki, maka semakin besar dominasi seseorang di perusahaan itu.

Dengan mengeluarkan saham, perusahaan bakal mendapatkan pendanaan jangka panjang dan adalahsalah satu teknik meningkatkan modal bisnis selain mengeluarkan obligasi. Dari sisi investor, saham adalahinstrumen investasi yang tidak sedikit dipilih sebab memberikan tingkat deviden yang menarik.

Baca Juga : Aplikasi Saham Online yang Terdaftar OJK

Jenis-jenis Saham

Untuk pemula yang masih belajar saham pasti harus mengetahui sekian banyak jenis saham. Saham memiliki sekian banyak jenis dilihat dari sisi kemampuan dalam hak tagih atau klaim, teknik peralihannya, dan kinerja perdagangan.

Jenis Saham dari Segi Kemampuan dalam Hak Tagih atau Klaim

1. Saham preferen

Saham preferen adalahsurat berharga yang merupakan campuran antara obligasi dan saham biasa. Banyak investor yang menyenangi jenis saham ini karena dapat menghasilkan penghasilan tetap (seperti bunga obligasi). Karakteristik saham preferen sama laksana saham biasa yang dapat mewakili kepemilikan ekuitas dan diterbitkan tanpa tanggal jatuh tempo yang tertulis di atas lembaran saham tersebut, dan menunaikan dividen.

2. Saham biasa

Saham biasa adalahsurat berharga yang bermanfaat sebagai bukti kepemilikan sebuah perusahaan. Pemilik saham bakal menerima sebagian penghasilan (dividen) dari perusahaan dan mau menanggung risiko kerugian yang diderita perusahaan.

Pemilik modal yang mempunyai saham perusahaan berhak ambil unsur terhadap pengelolaan perusahaan. Besarnya porsi hak pengelolaan tergantung dari jumlah saham yang dimiliki. Semakin besar saham yang dipunyai semak besar wewenang terhadap pengelolaan perusahaan itu.

Saat perusahaan untung, pihak yang mempunyai persentase saham besar bakal menerima porsi deviden yang besar. Sebaliknya, mereka mesti bersiap menderita kerugian bila perusahaan tersebut gagal mendapat pendapatan.

Jenis Saham dari Segi Cara Peralihannya

1. Saham Atas Nama (Registered Stocks)

Saham ini adalahkebalikan dari saham unjuk sebab mempunyai nama pemegang saham dan tertulis jelas namanya di dalam kertas saham. Cara peralihannya pun harus melewati prosedur tertentu.

2. Saham Atas Unjuk (Bearer Stocks)

Pada saham jenis ini tidak tertulis nama pemiliknya secara fisik. Tujuannya supaya mudah dipindahtangankan dari satu investor satu ke investor lainnya. Pasalnya, tidak sedikit investor yang mempunyai saham ini dengan destinasi untuk diperjualbelikan. Jadi, investor tidak butuh khawatir sebab secara hukum siapapun yang memegang saham itu, maka dialah dinyatakan sebagai pemiliknya dan berhak guna ikut muncul dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Jenis Saham dari Segi Kinerja Perdagangan

1. Income Stocks

Income Stocks memiliki kelebihan dalam keterampilan membayar dividen lebih tinggi dari rata-rata dividen yang dibayarkan pada tahun sebelumnya. Kemampuan membuat pendapatan yang lebih tinggi dan secara teratur menyalurkan dividen tunai menjadi pesona tersendiri untuk investor.

2. Blue Chip Stocks

Blue Chip Stocks tidak sedikit diburu investor sebab berasal dari perusahaan besar, pemimpin perusahaan bereputasi tinggi, dan mempunyai pendapatan yang stabil dan konsisten dalam menunaikan dividen. Contohnya PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI), PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF), PT Astra International,Tbk. (ASII), dan PT Unilever, Tbk. (UNVR).

3. Lesser-Known

Saham ini berasal dari perusahaan yang tetap mempunyai ciri growth stock, meski bukan berada dalam garde depan dalam suatu industri. Saham ini seringkali berasal dari perusahaan wilayah dan tidak cukup populer di kalangan emiten.

4. Growth Stocks

Growth Stocks nyaris serupa dengan blue chip sebab mempunyai pertumbuhan penghasilan yang tinggi. Selain tersebut saham ini sedang di jajaran depan dalam industri yang digelutinya dan dikenal sebagai perusahaan yang memiliki reputasi tinggi.

5. Counter Cyclical Stocks

Jenis saham terakhir, terdapat Counter Cyclical Stocks yang sangat stabil saat situasi ekonomi bergejolak sebab tidak terpengaruh oleh situasi ekonomi makro maupun kondisi bisnis secara umum. Ilustrasinya bila terjadi resesi ekonomi, maka harga saham ini tetap tinggi dan emitennya dapat memberikan dividen yang tinggi. Hal ini barangkali terjadi sebab kemampuan emiten dalam mendapat penghasilan yang tinggi pada masa resesi.

6. Speculative Stocks

Investor yang menyenangi investasi saham dengan resiko tinggi tentu dapat mencoba saham jenis ini. Saham ini berpotensi menghasilkan laba tinggi di masa depan, namun tidak dapat secara konsisten mendapat penghasilan dari tahun ke tahun.

Jenis-jenis Produk Pasar Modal

Saham adalahsalah satu produk (surat berharga) yang diperdagangkan di pasar modal. Sebelum mengetahui teknik trading saham harian dan nabung saham, anda harus mengetahui sekian banyak produk di pasar modal di samping saham.

Produk pasar modal seringkali terbagi menjadi dua yaitu surat berharga yang berbentuk kepemilikan dan surat berharga yang bentuknya uang. Produk yang dipasarkan di pasar modal mempunyai jangka masa-masa lebih dari setahun atau dikenal dengan sebutan long-term instruments. Berikut sekian banyak produk yang diperjual-belikan di pasar modal.

1. Bukti Right (Right Issue)

Bukti Right didefinisikan sebagai hak memesan efek terlebih dahulu pada harga yang telah diputuskan selama periode tertentu. Bukti Right diterbitkan pada penawaran umum terbatas (right issue) yang mana saham baru ditawarkan kesatu kali untuk pemegang saham lama. Bukti Right dapat diperdagangkan di Pasar Sekunder sekitar periode tertentu.

Investor mempunyai hak istimewa dalam pembelian saham baru pada harga yang telah diputuskan dengan menukarkan Bukti Right yang dimilikinya. Jadi investor dapat mendapatkan deviden dengan melakukan pembelian saham baru dengan harga yang lebih murah.

2. Saham Biasa (Common Stock)

Saham menjadi tanda kepemilikan atau penyertaan seseorang ataupun sebuah badan dalam suatu perusahaan. Saham unggulan (blue chips) adalahsalah satu jenis saham biasa yang diterbitkan oleh perusahaan besar yang konsisten menunjukan keterampilan dalam mendapat keuntungan dan pembayaran dividen.

Contoh dari saham unggulan sebut saja PT Telkom Tbk, PT HM Sampoerna, PT Unilever Tbk, dan PT Gudang Garam Tbk, dll.

3. Saham Preferen atau Saham Istimewa (Preferred Stock)

Saham preferen ialah saham yang menyerahkan hak spesial atau hak prioritas pilihan untuk pemegangnya. Hal istimewa tersebut berupa hak menukar sahamnya dengan saham biasa, hak dalam memprovokasi manajemen dalam pencalonan pengurus, hak dalam mendapat dengan jumlah tetap dan resiko yang lebih kecil bila dikomparasikan saham biasa, dan hak untuk dikhususkan saat menerima dividen.

4. Obligasi (Bond)

Produk beda yang diperjual-belikan di pasar modal terdapat obligasi. Obligasi ialah surat pernyataan atas utang dari perusahaan dengan kesanggupan dalam melakukan pembelian pokok utang dan membayarnya secara periodik atau di masa-masa yang telah ditetapkan.

Bunga menjadi sumber deviden dari obligasi dan bisa dibayarkan tahunan, semesteran dapat juga berupa triwulan. Sebuah obligasi melibatkan perjanjian yang mengikat antara pihak yang memberi pinjaman (penerbit obligasi) dan pihak kedua sebagai penerima pinjaman.

Pihak penerbit bakal mendapat pinjaman dari pemegang obligasi dengan sekian banyak aturan yang diputuskan seperti jatuh tempo pelunasan, bunga yang dibayarkan dan besarnya pokok hutang.

5. Rekasadana (Mutual Fund)

Reksadana menjadi opsi investasi lainnya guna menghimpun dana dari masyarakat yang memiliki modal. Selanjutnya manajer investasi bakal menginvestasikan dana tersebut dalam format kumpulan surat berharga (portofolio efek).

Sumber deviden reksadana datang dari tiga sumber yaitu dividen, penambahan nilai aktiva bersih (NAB) dan capital gain. Nilai aktiva bersih adalahsuatu komparasi jumlah dari nilai investasi yang dilaksanakan manajer investasi dan total volume reksadana yang diterbitkan.

6. Waran (Warrant)

Warrant adalahhak untuk melakukan pembelian sebuah saham biasa dalam masa-masa dan harga yang telah ditentukan. Biasanya waran dipasarkan bersamaan dengan surat berharga lain, contohnya obligasi dan saham. Tujuan penerbitan waran untuk unik pemodal melakukan pembelian saham atau obligasi yang diterbitkan emiten.

Baca Juga : Aplikasi Investasi Dengan Modal Kecil

Cara Beli dan Jual Saham

Terdapat sekian banyak cara yang dapat kamu coba guna mulai mengerjakan investasi di pasar modal. Para pemula yang baru belajar saham dari nol usahakan tidak boleh terburu-buru guna langsung mendapatkan deviden besar supaya dapat menikmati prosesnya. Berikut teknik beli dan jual saham yang dapat kamu coba.

1. Buka Rekening Saham

Pertama, kamu dapat membuka tabungan saham di perusahaan sekuritas. Pilih perusahaan sekuritas yang terpercaya dan tercatat di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) laksana BNI Sekuritas, Mandiri Sekuritas, Indo Premier Sekuritas, dan masih tidak sedikit lagi. Berkas yang anda perlukan mencakup kartu identitas diri, kitab tabungan, NPWP, data berpengalaman waris, dan data usaha atau pekerjaan.

2. Setor Saldo Pertama

Selanjutnya kamu dapat menyetorkan sebanyak dana sebagai modal investasi. Besaran setoran kesatu tergantung pada kepandaian setiap perusahaan sekuritas. Bila telah menyetor saldo, tabungan saham bakal diproses dan anda sudah menjadi unsur dari penggerak pasar modal sebagai investor.

3. Pilih Metode Investasi Saham

Untuk pemula yang belajar saham dari nol mesti tahu bahwa nilai saham sebuah perusahaan bergerak paling dinamis. Nilai saham dapat mengalami evolusi (naik-turun) masing-masing hari dan membutuhkan perhatian anda sebagai investor. Di samping itu, dalam investasi saham, cara investasinya terbagi menjadi dua.

Pertama, cara investasi saham yang mana si investor melulu mempunyai saham dalam masa-masa singkat. Para pelaku trading seringkali gencar melakukan pembelian saham yang dibidik saat nilainya sedang turun. Selanjutnya mereka bakal cepat memasarkan saham bila nilainya sedang naik. Jadi deviden yang didapat ialah dari selisih nilai beli dan jual saham itu.

Kedua, cara investasi jangka masa-masa lama dengan tujuan membidik dividen atau deviden perusahaan. Caranya, investor melakukan pembelian saham dan menjadi investor tetap serta tidak memasarkan sahamnya.

Dividen perusahaan yang seringkali dibagikan setahun sekali sesudah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dilaksanakan. Bila ingin mengerjakan investasi dengan cara ini, kamu dapat memilih perusahaan besar yang telah mempunyai reputasi dan prospek deviden bagus. Jadi nilainya ingin stabil sampai sejumlah tahun ke depan.

4. Pelajari dan Analisa Kondisi Perusahaan

Sudah menilai cara investasi saham? Selanjutnya anda perlu mempelajari latar belakang dan sepak terjang perusahaan dalam pengembangan usaha. Pertimbangkan juga hal eksternal yang dapat mempengaruhi nilai saham perusahaan tersebut seperti isu sosial politik domestik atau sebagainya.

Kamu bisa tidak sedikit membaca berita bisnis berhubungan perusahaan itu, bertanya ke teman yang berpengalaman investasi saham, berkonsultasi dengan perencana finansial pribadi atau dengan konsultan di perusahaan sekuritas.

5. Unduh Aplikasi Online Trading

Bila telah menilai perusahaan mana yang bakal dibeli sahamnya, kamu dapat mengunduh software online trading. Biasanya masing-masing perusahaan sekuritas memiliki software yang berbeda-beda untuk dipakai nasabahnya.

Aplikasi itu bermanfaat untuk mengawasi segala pergerakan saham. Transaksi jual-beli saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dapat dilakukan masing-masing Senin sampai Jumat pukul 09.00 hingga 12.00 WIB guna sesi kesatu, dan pukul 13.30 sampai 16.15 WIB guna sesi kedua.

Aplikasi online trading pun menyediakan tampilan seluruh harga jual dan harga beli saham sekian banyak perusahaan yang tergabung di pasar modal, menyeluruh dengan grafik pertumbuhan harga dan persentase eskalasi dan penurunannya. Kamu mesti tahu bahwa saham perusahaan dipasarkan dengan kode empat huruf kapital, contohnya saham Bank BCA mempunyai kode BBCA. Jangan tak sempat berkonsultasi dengan pihak perusahaan sekuritas sekitar menggunakan software ini.

6. Mulai Membeli Saham

Membeli saham mempunyai strategi tersendiri salah satunya dengan mengerjakan analisis teknikal dan analisis fundamental.

Analisis mendasar menggunakan pendekatan situasi politik, ekonomi, serta tren usaha. Di samping itu, kamu dapat melihatnya melewati laporan finansial perusahaan atau emiten

Sementara Analisis teknikal mengacu pada pergerakan pendekatan saham pada rentang masa-masa tertentu laksana harga dan ketidaktetapan serta informasi titik tertinggi dan titik terendah saham.

Yang perlu anda perhatikan merupakan:

Jangan tergiur pada harga saham yang sangat murah, tetapi pada saham dari perusahaan yang layak untuk dibeli. Percuma andai membeli saham dari perusahaan yang punya kinerja buruk sebab tidak menyerahkan keuntungan.
Perhatikan pula ketidaktetapan pergerakan pada IHSG dampak faktor eksternal maupun internal, tren pasar, laba dari investasi pemegang saham di perusahaan, profil dan tingkat likuiditas perusahaan, penjualan, serta Earning per Share (EPS) Growth.

Di samping itu, supaya investasi menguntungkan, kamu dapat menggunakan 3 strategi ini untuk melakukan pembelian saham:

  • Buy If/On Breakout: Membeli saham ketika harga naik sampai mencapai resistance (harga tertinggi) atau naik sampai level itu.
  • Buy On Weakness: Membeli saham ketika harga turun ke level tertentu. Pastikan harga saham aman guna dibeli pada level itu.
  • Buy On Retracement: Membeli saham sesudah harga merasakan breakout (harga bawah). Biasanya saham yang sukses melewati situasi breakout bakal langsung memanjat tinggi.

Selanjutnya kamu dapat membeli saham dengan mengunjungi kantor perusahaan sekuritas atau membelinya secara online.

7. Menjual Saham

Sama laksana membeli, memasarkan saham pun memerlukan strategi yang cermat. Waktu terbaik untuk memasarkan saham saat harga sedang naik atau biasa dinamakan profit taking. Bagaimana andai harga sedang turun? Pada omen itu, kamu dapat menjual saham dengan memutuskan cut loss.

Cut loss ialah istilah saat memasarkan saham dengan harga yang lebih rendah dari harga beli sehingga merasakan kerugian. Langkah ini adalahantisipasi guna menangkal kerugian lebih besar dampak harga yang terus merosot.

Bila anda adalahtrader aktif, masa-masa terbaik mengerjakan cut loss ialah saat saham yang dipegang terus menerus merasakan penurunan. Perhatikan tidak jarang kali pergerakan saham guna menilai masa-masa yang tepat mengerjakan cut loss.

Sementara, andai kamu seorang investor yang berjangka panjang, waktu mengerjakan cut loss terbaik saat terjadi perubahan mendasar perusahaan. Bila hadir kabar buruk mengenai perusahaan sebab terimbas koreksi IHSG, tersebut saatnya anda mengambil tahapan cut loss.

Keuntungan Membeli Saham

Berinvestasi atau nabung saham memiliki sekian banyak keuntungan yang dapat dinikmati oleh investor. Jika investasi dilaksanakan secara tepat sasaran, tak jarang dapat memberikan deviden yang besar. Hal ini membuat tidak sedikit orang mulai belajar saham terutama untuk pemula yang tergiur deviden besar. Berikut sekian banyak keuntungan yang dapat kamu dapat.

1. Capital Gain (Kenaikan Harga Saham)

Capital gain ialah keuntungan yang diserahkan perusahaan untuk pemegang saham dari hasil selisih harga beli dan harga jual saham. Biasanya capital gain terjadi sebab adanya kegiatan perdagangan di bursa efek.

Misalnya anda membeli saham A sebesar Rp 3.000 per eksemplar dan selanjutnya anda menjualnya di angka Rp 4.000 per lembar. Berarti anda mendapatkan capital gain sebesar Rp 1.000 per lembarnya.

2. Dividen

Ialah keuntungan yang didapatkan perusahaan dan selanjutnya akan diberikan kepada semua pemegang saham. Dividen mempunyai dua jenis yaitu tunai dan saham. Dividen tunai berarti perusahaan akan menyerahkan uang tunai untuk pemegang saham per satu eksemplar saham yang mereka miliki.

Sedangkan dividen saham berarti perusahaan menyerahkan dividen berupa saham sampai-sampai jumlah saham yang dipunyai investor bakal bertambah.

Namun ada pun perusahaan yang tidak menyalurkan dividen untuk pemegang saham walaupun mereka mendapat laba. Biasanya urusan itu dilaksanakan bila perusahaan hendak mengembangkan atau melakukan perluasan usaha.

3. Modal Kecil, Keuntungan Besar

Salah satu dalil pemula belajar saham cuma-cuma di internet ialah karena tergiur dengan keuntungannya yang besar. Para pemula dapat mengeluarkan modal relatif kecil dibanding jenis usaha lainnya.

Cukup dengan Rp 100 ribu, kamu dapat mendapatkan satu eksemplar saham yang keuntungannya dapat berlipat-lipat di lantas hari. Margin deviden yang dapat didapat dapat mencapai 100 persen.

4. Punya Hak Ikut RUPS Sebagai Bagian Pemilik Perusahaan

Kamu dapat ikut dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sebagai empunya saham. Dalam RUPS, kamu dapat mengetahui pembagian dividen, deskripsi rencana perusahaan ke depan, hingga informasi tentang laporan tahunan atau laporan finansial perusahaan.

5. Pajak Relatif Kecil

Saham punya persentase pajak yang relatif kecil bila dibanding instrumen investasi yang lain. Sebabnya hanya 0,1 persen dari deviden akhir yang dipunyai investor. Investor gak lagi perlu menunaikan pajak ketika pelaporan SPT masing-masing tahun sebab sudah otomatis dicukur pialang saham (broker) saat pelunasan transaksi saham.

6. Fleksibel dalam Melakukan Investasi

Keuntungan beda dari investasi saham ialah aktivitas yang paling fleksibel. Kamu dapat melakukannya tanpa mengorbankan masa-masa dari kegiatan utama dan dapat memantau kegiatan bursa efek di mana saja dan kapan saja melalui cengkeraman smartphone atau laptop.

7. Aman dan Transparan

Saham tergolong investasi yang aman dan transparan sebab kegiatan jual dan belinya dilaksanakan dalam satu ruang lingkup yakni bursa efek. Transaksi di sana telah terjamin ketenteraman dan transparansinya. Jadi anda gak perlu cemas akan bila kehilangan modal.

Baca Juga : Aplikasi Video Bokeh

Tips Belajar Saham Untuk Pemula

1. Carilah Pengetahuan Sebanyak-banyaknya

Jika kita benar-benar hendak menekuni saham sebagai instrumen investasi Anda, tidak boleh ragu guna belajar. Saat ini, Anda dapat mendapatkan sekian banyak informasi berhubungan saham dimana saja dan dari siapa saja. Namun tetap simaklah kredibilitas sumber yang kita jadikan acuan.

Jangan ragu untuk bertukar pikiran dengan orang-orang yang mempunyai latar belakang edukasi ekonomi dan orang-orang yang memang telah lama terjun ke dunia saham.

Pengalaman dari para berpengalaman dan mereka yang kawakan akan menyerahkan Anda cerminan bagaimana mengerjakan investasi saham yang baik dan menguntungkan. Nikmati proses belajar kita dan tidak boleh terburu-buru guna langsung memburu keuntungan tinggi. Jika kita sudah mengetahui dasar dan tata cara mengerjakan investasi saham yang efektif, maka Anda pun akan dengan gampang mendapatkan keuntungan.

2. Tentukan Tujuan Investasi dan Kenali Kondisi Keuangan

Seperti mengarah ke suatu lokasi, tentukan dulu destinasi Anda datang ke tempat itu. Begitupun dengan investasi. Sebelum berinvestasi, tentukan dulu apa yang menjadi destinasi Anda saat berinvestasi. Tujuan ini akan dominan pada nominal serta jangka masa-masa yang diharapkan dan menciptakan Anda supaya termotivasi mengerjakan investasi dengan teknik yang tepat.

Satu urusan lagi, urgen juga untuk Anda guna mengenali situasi keuangan. Jangan hingga memaksakan kemauan untuk mengerjakan investasi sedangkan kondisi finansial Anda tidak mendukung. Berinvestasilah memakai uang yang memang telah Anda miliki. Tidak dianjurkan untuk mengerjakan investasi dengan duit pinjaman.

3. Pahami Risiko dan Keuntungan

Jika Anda hendak mendapatkan deviden yang tinggi, konsekuensinya ialah Anda pun harus melakukan pembelian saham dengan risiko yang tinggi. Jika kita tidak percaya diri untuk memungut saham dengan risiko tinggi, maka pilihlah saham perusahaan yang mempunyai track record baik dan dikenal masyarakat luas.

Keuntungan yang diperoleh oleh investor dengan melakukan pembelian atau mempunyai terbagi menjadi dua jenis, yakni dividen dan capital gain. Dividen ialah pembagian deviden yang berasal dari deviden yang didapatkan oleh perusahaan. Dividen diserahkan kepada investor sesudah mendapat persetujuan dari pemegang saham dalam RUPS.

Sedangkan, capital gain ialah keuntungan yang diserahkan kepada investor yang berasal dari selisih antara harga beli dan harga jual saham. Capital gain terbentuk sebab adanya kegiatan perdagangan saham di pasar sekunder. Keuntungan didapat dari pengurangan harga jual beli dengan harga jual.

Ada untung, pasti ada rugi. Risiko yang bakal dihadapi oleh investor berupa capital loss dan risiko likuidasi. Capital loss adalahlawan dari capital gain, yakni suatu situasi dimana investor memasarkan saham lebih rendah dari harga beli.

Risiko likuidasi bisa terjadi saat perusahaan ditetapkan bangkrut oleh pengadilan atau saat perusahaan itu dibubarkan. Jika terjadi permasalahan seperti ini, pemegang saham mendapat hak klaim dengan prioritas terakhir sesudah seluruh keharusan perusahaan dapat ditunaikan lunas memakai hasil penjualan kekayaan yang dipunyai perusahaan. Apabila masih ada sisa dari hasil penjualan kekayaan perusahaan tersebut, maka saldo tersebut dipecah secara proporsional untuk seluruh pemegang saham. Namun andai tidak terdapat lagi saldo kekayaan perusahaan, maka pemegang saham tidak akan mendapat hasil dari likuidasi tersebut.

4. Nominal Kecil Bukan Masalah

Jangan tergesa-gesa untuk mengerjakan investasi dengan nominal yang besar. Mulailah mengerjakan investasi dengan nominal yang kecil kemudian perlahan meningkat besar. Seiring dengan meningkatnya pengetahuan dan percaya diri kita dalam berinvestasi, Anda pun akan semakin yakin untuk mengerjakan investasi saham dengan nominal yang besar.

5. Jauhi Pasar Derivatif

Berdasarkan definisinya, derivatif ialah kontrak atau perjanjian yang nilai atau kesempatan keuntungannya berhubungan dengan kinerja aset lain. Pasar derivatif mayoritas terdiri dari kontrak berjangka dan melulu pilihan cadangan/alternatif. Pasar derivatif ialah pembelian berbasis kontrak yang mempunyai tanggal kadaluarsa tetap.

6. Investasikan Dana di Perusahaan Yang Tepat

Jangan tergiur dengan nominal murah saham. Perhatikan baik-baik perusahaan yang kita pilih sahamnya. Pastikan bahwa perusahaan itu berjalan dengan lancar, terdapat sistem yang terstruktur, dan dikelola dengan baik. Sehingga operasional perusahan tersebut pun berjalan dengan lancar.

Perusahaan dengan manajemen dan pengelolaan yang baik oleh orang-orang yang berpengalaman di bidangnya, mempunyai kecenderungan guna terus berkembang seiring dengan pertumbuhan prospek. Sebaliknya, perusahaan yang tidak menyimak perkembangan perusahaannya, bakal ditinggalkan oleh semua calon investor.

7. Kelola Ekspektasi dengan Realistis

Sadari bahwa kita sedang mengerjakan investasi yang tentu memerlukan waktu guna mendapatkan keuntungan. Jangan berekspektasi bakal mendapatkan deviden besar dalam masa-masa singkat. Pola pikir laksana akan membahayakan kita dan menciptakan Anda tidak cerdas dalam berinvestasi. Pengembalian antara 12-18% dalam setahun dinilai baik dalam pasar saham.

Yang tidak kalah penting ialah mempunyai pemahaman bahwa deviden yang kita dan orang beda dapatkan bakal berbeda. Jangan berpendapat bahwa Anda dapat mendapatkan deviden yang sama dengan orang lain, yang mungkin mengerjakan investasi dalam saham sejumlah tahun terakhir dan barangkali telah memperoleh kemahiran yang luar biasa.

8. Atur Emosi Ketika Berinvestasi

Dapat dicerna bahwa terdapat kecenderungan pada mereka yang mengerjakan investasi untuk merasa segera menemukan keuntungan. Belum lagi hal internal dan eksternal yang pun mempengaruhi pemungutan keputusan. Namun, tidak boleh pernah memungut keputusan menurut emosi saat Anda mengerjakan investasi di pasar saham.

Kesenangan kita pada sebuah perusahaan tidak memastikan bahwa perusahaan itu akan dominan baik untuk investasi saham Anda. Jika tidak menguntungkan dan tidak berpotensi untuk masa mendatang yang baik, barangkali perusahaan tersebut tidak menjadi opsi Anda guna berinvestasi.

Itulah teknik Belajar Saham Untuk Pemula yang dapat kamu coba. Belajar saham gratis dapat dilakukan secara online melulu bermodal internet. Sudah tertarik guna investasi dan menyimpan uang saham?